Selasa, 26 Februari 2008

apa kata Megawati

Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Rabu, 09 Juni 2004 | 15:41 WIB

TEMPO Interaktif:

"Kita sudah menyatakan perang terhadap penyelundupan, bukan cuma gula tetapi juga penyelundupan kayu, ikan, tambang, manusia, senjata, uang, narkoba dan sebagainya. Ini merupakan kerja besar yang menuntut kerjasama dari berbagai pihak terutama pengaduan masyarakat."

Megawati menjelaskan pada para petani tebu (14/4/2004) di pabrik gula Djatiroto, Lumajang.

======

"KTP itulah yang menyatakan kita sebagai warga Indonesia yang sama. Jangan merasa sebagai orang kerutunan. Saya lihat mereka yang besar di sini sudah lebih bisa berbahasa Jawa. Semoga dengan doa tadi, kita memperoleh kekuatan, keberanian, dan kerendahan hati untuk mewujudkan rekonsiliasi dan kedamaian dalam kehidupan kita, serta memperkuat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang satu dan utuh."

Surat Keterangan Bukti Kewarganegaraan Indonesia (SKBRI) tidak wajib dimiliki warga keturunan Tionghoa. Penanda sesorang sebagai warga negara Indonesia adalah kartu tanda penduduk (KTP). Dikatakan Megawati dalam acara peringatan enam tahun kerusuhan Mei 1998 (13/5/2004) di jalan Hayam Wuruk Jakarta.

=========

"Pandangan-pandangan tentang pendidikan yang murah bahkan gratis adalah pandangan yang bertentangan dengan kenyataan. Bahkan sebenarnya sangat menyesatkan. Saya kira tidak ada diantara kita yang akan berpikir dua kali untuk mengalokasikan dana yang lebih besar untuk kepentingan generasi masa depan. Sungguh tidak mudah membagi kue anggaran yang sedemikian kecil untuk mendanai banyak kebutuhan."

Presiden Megawati dalam peringatan hari Pendidikan Nasional di SMU 13, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/Mei/2004). 

"Perlu proses belajar lebih matang lagi. Kita sebagai bangsa harus terus belajar. Jadi mereka yang duduk di lembaga legislatif itu haruslah orang-orang yang benar-benar berkualitas dan mampu menghasilkan produk-produk hukum yang berkualitas pula. Siapa yang tidak ingin punya wakil rakyat yang berkualitas. Oleh karena itu siapapun yang mau maju jadi caleg harus mampu melakukan otokritik pada dirinya sendiri, apakah benar mampu menjadi anggota legislatif yang berkualitas dengan segala kemampuan yang ada atau belum. Saya selalu menekankan agar UU yang dibuat bukanlah untuk menyenangkan sekelompok orang dan berlaku sesaat tapi untuk mensejahterakan banyak orang dan berlaku lama.

Tidak ada komentar: